SINTANG, SKR.COM – Bupati Sintang, Jarot Winarno me-launching keramba ikan Humaniora milik Kodim 1205 Sintang, Kamis 3 Mei 2021.
Pada kesempatan tersebut, Jarot Winarno memberikan apresiasi kepada Kodim 1205 Sintang yang telah berinisiatif membuat keramba ikan ini.
“Terima kasih kepada pak Dandim dan jajarannya, ini akan menjadi contohlah, good practices untuk budidaya ikan di sungai terutama, kemudian juga bisa mengembalikan peradaban tepi sungai kita, sehingga masyarakat lain bisa mencontohnya,” kata Jarot.
Karena sekarang ini, menurut Jarot mata pencaharian pertama masyarakat terutama yang tepi sungai lebih banyak adalah PETI.
“Kalau dia noreh, di pokok karetnya sering banjir, sawit dia nda punya, mudah-mudahan dengan adanya keramba ini kejayaan akan kembali. Sehingga budidaya ikan jadi salah satu bentuk mata pencaharian dan menghidupkan kembali peradaban tepi sungai, sebagai salah satu untuk meningkatkan konsumsi ikan, kemudian lagi memberi imunitas masyarakat terhadap corona, ” ujar Jarot.
Dikatakan Jarot, saat ini peradaban sudah mulai hilang dan tidak seperti waktu pertama kali Ia datang ke Sintang.
“Ini peradaban sudah mulai hilang, dulu pertama kali saya kesini belum ada jembatan dua ni tiap hari pakai alkon atau speed dua pk, rumah saya seberang sana ke seberang sini jadi peradaban sungai hidup, itu dulu, sekarang ini sudah mulai hilang, tapi dengan segera di wujudkannya waterfront city kita, mudah-mudahanlah kehidupan peradaban sungai kita bisa lebih hidup lagi, tanpa mengurangi identitas peradaban tepi sungai kita, di perkaya dengan budidaya kerampak seperti ini yang banyak,” ungkap Jarot.
Sementara itu, Komandan Kodim 1205 Sintang, Letkol Eko Bintara Saktiawan mengatakan keramba ikan Humaniora ini merupakan salah satu pemanfaatan aliran sungai Kapuas sebagai media pembibitan dan pemeliharaan ikan air tawar seperti, ikan nila, ikan lele, yang bisa menjadi komoditi mendukung ketahanan pangan bagi masyarakat Sintang,” ujar Letkol Eko.
Hal tersebut, kata Letkol Eko selaras dengan Program pemberdayaan masyarakat, mengingat Kabupaten Sintang merupakan salah satu anggota LTKL (Lingkar Temu Kabupaten Lestari). Inisiatif lestari kabupaten ini juga merupakan upaya untuk meningkatkan ekonomi lokal yang sejalan dengan pembangunan berkelanjutan.
“Keramba ini hendaknya bisa menjadi inisiasi dan model bagi masyarakat dalam memanfaatkan sumber daya alam sungai untuk meningkatkan ketahanan pangan,” tukasnya. (*)




