SINTANG – Wakil Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Sintang, Muhammad Chomain Wahab, menyoroti pentingnya penataan infrastruktur di lingkungan Rumah Betang, tempat diselenggarakannya berbagai kegiatan adat dan budaya, termasuk Pekan Gawai Dayak.
Politisi Partai PKB ini menyebut fasilitas penunjang seperti halaman dan tempat parkir masih perlu perhatian khusus dari pemerintah daerah.
“Terkait infrastruktur pendukung di Rumah Betang, harusnya memang fasilitas-fasilitas adat itu perlu ditunjang dengan infrastruktur yang baik,” kata Chomain saat memberikan keterangan kepada wartawan.
Menurutnya, penataan fasilitas pendukung bukan hanya untuk kenyamanan pengunjung dan masyarakat, tetapi juga untuk mendukung citra budaya Dayak sebagai daya tarik wisata budaya di Kabupaten Sintang.
Ia menilai kondisi parkir yang sempit dan halaman yang belum tertata maksimal menjadi salah satu perhatian utama.
“Kedepannya nanti kita juga dorong dengan Pak Bupati supaya bagaimana halaman atau tempat parkir Betang bisa semakin baik,” tambahnya.
Ia menilai bahwa kegiatan Gawai Dayak yang setiap tahun diselenggarakan di kompleks Rumah Betang membutuhkan penataan yang lebih serius, agar daya tampung pengunjung meningkat dan tidak mengganggu kelancaran lalu lintas.
Selain parkir, ia juga menyarankan agar dilakukan pengembangan fasilitas publik lainnya seperti toilet, tenda pelaku UMKM, dan akses masuk yang ramah bagi penyandang disabilitas.
Chomain juga mendorong agar perencanaan infrastruktur Betang masuk dalam program prioritas daerah tahun depan.
“Rumah Betang adalah simbol budaya kita. Kalau infrastrukturnya baik, kegiatan adat juga akan lebih nyaman. Saya yakin ini bisa diwujudkan kalau ada keseriusan dari pemerintah daerah,” tutupnya.
