SINTANG, SKR.COM — Anggota DPRD Kabupaten Sintang, Nikodemus, menilai bahwa pengelolaan program Corporate Social Responsibility (CSR) di daerah perlu ditata secara lebih serius dan profesional. Ia menegaskan bahwa CSR tidak boleh berhenti pada kegiatan simbolis atau seremoni semata, tetapi harus menjadi instrumen nyata yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“CSR jangan hanya muncul sebagai bantuan seremonial pada momen tertentu. Program ini harus dirancang secara matang dan terukur agar benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat, terutama di sektor pendidikan, kesehatan, dan perekonomian,” kata Nikodemus baru-baru ini.
Menurut Nikodemus, pelaksanaan CSR selama ini masih cenderung tidak terstruktur dan tidak terhubung dengan rencana pembangunan daerah. Kondisi tersebut membuat kontribusi perusahaan belum sepenuhnya optimal dalam mendukung pembangunan lokal dan pemenuhan kebutuhan masyarakat.
“Perusahaan memiliki tanggung jawab sosial yang harus dijalankan. Dengan penataan yang baik, CSR dapat mendatangkan dampak nyata, bukan sekadar bantuan sesaat,” tegasnya.
Ia menekankan pentingnya regulasi yang jelas dari pemerintah daerah terkait mekanisme pelaksanaan CSR, mulai dari pendataan perusahaan, identifikasi kebutuhan masyarakat, hingga pengawasan dan evaluasi program. Dengan demikian, CSR dapat diarahkan untuk mendukung pengembangan ekonomi lokal dan peningkatan kesejahteraan masyarakat secara merata.
Lebih lanjut, Nikodemus mendorong adanya kemitraan antara pemerintah, perusahaan, dan masyarakat dalam menjalankan CSR. Perusahaan, katanya, bisa lebih fokus pada program-program pemberdayaan seperti pelatihan keterampilan, penguatan UMKM, pembangunan fasilitas sosial, serta berbagai kegiatan yang meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat.
“Kita ingin CSR benar-benar menjadi bagian dari pembangunan daerah. Bukan hanya donasi satu kali, tetapi program yang berkelanjutan dan memberikan dampak jangka panjang bagi masyarakat Sintang,” tambahnya.
Ia berharap di masa mendatang, CSR dapat berfungsi sebagai salah satu penggerak pembangunan yang signifikan, bukan sebagai kewajiban administratif semata.
“Jika dikelola secara efektif, CSR bisa menjadi motor pembangunan daerah yang memberikan manfaat besar bagi masyarakat Sintang,” tutupnya.
