SINTANG, SKR.COM — Anggota DPRD Kabupaten Sintang, Sabastian Jaba, memberikan apresiasi atas inisiatif Bappeda Kabupaten Sintang dalam membentuk Tim Forum Daerah Aliran Sungai (DAS). Ia menilai kehadiran forum tersebut merupakan langkah penting dalam memperkuat tata kelola sumber daya air dan menjaga keberlanjutan lingkungan hidup di daerah.
“Saya sangat mendukung pembentukan forum DAS ini. Pengelolaan sungai dan sumber daya air harus dilakukan secara menyeluruh agar manfaatnya bisa dirasakan masyarakat, sekaligus mencegah kerusakan lingkungan yang berpotensi menimbulkan banjir, longsor, dan berbagai bencana lainnya,” ujar Sabastian. (27/11/2025)
Ia menekankan bahwa keberadaan DAS sangat vital bagi kehidupan masyarakat Sintang, terutama dalam menunjang pertanian, perikanan, pemenuhan kebutuhan sehari-hari, hingga sistem irigasi. Jika dikelola dengan baik, DAS dapat meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus menjaga keseimbangan ekologis.
Sabastian menjelaskan bahwa forum DAS nantinya akan menjadi ruang koordinasi antara pemerintah, masyarakat, akademisi, dan pihak lainnya dalam memantau, mengawasi, serta menyusun rencana pengelolaan sungai secara terpadu. Forum tersebut juga diharapkan dapat menghasilkan program mitigasi bencana, upaya reboisasi, serta kebijakan pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan.
“Selama ini, pengelolaan DAS sering berjalan sendiri-sendiri. Dengan adanya forum ini, seluruh pemangku kepentingan dapat berkumpul, membahas isu-isu strategis, dan merumuskan solusi bersama untuk menjaga keberlanjutan ekosistem sungai,” ungkapnya.
Ia juga menyoroti pentingnya keterlibatan masyarakat dalam forum tersebut. Menurutnya, peran warga sangat dibutuhkan mulai dari pengawasan aktivitas penebangan liar, pelestarian hulu sungai, hingga perawatan bantaran sungai agar program yang dijalankan benar-benar efektif.
“Forum DAS bukan hanya tugas pemerintah saja. Masyarakat harus menjadi bagian dari proses ini agar manfaatnya bisa dirasakan langsung. Dengan koordinasi yang baik antar semua pihak, Sintang dapat mengurangi risiko bencana serta memaksimalkan potensi sumber daya air yang ada,” tutup Sabastian.
