SINTANG – Politisi senior Partai Amanat Nasional (PAN), Senen Maryono, meminta agar pemerintah daerah dan pusat benar-benar serius dalam merealisasikan anggaran pendidikan sebesar 20 persen sebagaimana diamanatkan oleh konstitusi.
Menurutnya, selama ini porsi anggaran 20 persen tersebut sebagian besar masih terserap oleh belanja pegawai, khususnya untuk gaji guru, bukan untuk infrastruktur atau peningkatan kualitas pendidikan secara menyeluruh.
“Kalau itu betul-betul diwujudkan, jangan termasuk gaji. Gaji itu kalau dihitung bahkan sudah lebih, sampai ndak ada infrastruktur pun gaji itu sudah melebihi 20 persen maupun 30 persen,” tegasnya.
Senen menekankan bahwa anggaran pendidikan harus digunakan untuk memperluas akses dan meningkatkan mutu pendidikan, termasuk pemenuhan sarana prasarana serta pemerataan guru di seluruh daerah, termasuk di wilayah terpencil.
Ia juga merespons positif putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang mendorong kebijakan pendidikan gratis di sekolah negeri dan swasta pada jenjang SD dan SMP.
Menurutnya, komitmen tersebut sejalan dengan aspirasi masyarakat, terlebih bagi mereka yang kurang mampu secara ekonomi.
“Intinya komitmen dengan pendidikan itu termasuk yang paling bagus. Itu menteri juga sudah ngomong, guru jangan jauh-jauh lagi ditempatkan. Tapi pemerataan guru juga penting,” ujarnya.
Ia menekankan pentingnya kebijakan penempatan guru yang adil dan bijak. Menempatkan guru dekat rumah dinilai baik, tapi tetap harus memperhatikan kebutuhan di daerah-daerah pelosok agar tidak terjadi kekosongan tenaga pendidik.
“Jangan semuanya kembali ke dekat rumah, tahu-tahunya yang jauh ndak ada gurunya,” tutup Senen Maryono.





