SINTANG, SKR.COM – Anggota DPRD Kabupaten Sintang, Santosa, menyampaikan himbauan kepada pemilik kafe dan tempat ngopi di wilayah Kabupaten Sintang agar menyediakan fasilitas parkir yang memadai bagi pengunjung. Menurut Santosa, saat ini banyak kendaraan yang diparkir di badan jalan karena minimnya lahan parkir, sehingga menimbulkan kemacetan, mengganggu kelancaran lalu lintas, dan berpotensi membahayakan pengguna jalan lainnya.
“Seiring perkembangan bisnis kafe dan tempat nongkrong, jumlah pengunjung yang datang dengan kendaraan pribadi semakin meningkat. Sayangnya, belum semua tempat usaha menyediakan area parkir yang memadai, sehingga kendaraan diparkir di badan jalan. Hal ini tentu mengganggu pengguna jalan lain dan berisiko menyebabkan kecelakaan,” ungkap Santosa.
Legislator ini menekankan bahwa penyediaan area parkir bukan sekadar kebutuhan fasilitas, tetapi juga tanggung jawab sosial pemilik usaha. Dengan parkir yang memadai, pengunjung merasa aman dan nyaman, sementara ketertiban serta keselamatan lalu lintas di sekitar kafe juga dapat terjaga. Santosa menilai bahwa pengelolaan parkir yang baik adalah bagian dari etika bisnis modern yang harus diterapkan para pelaku usaha kuliner.
Lebih lanjut, ia mengingatkan pentingnya sinergi antara pemilik usaha dan pemerintah daerah. Pemerintah dapat memberikan panduan teknis, regulasi, serta dukungan terkait tata letak dan kapasitas parkir, sementara pengelola usaha dapat menyesuaikan lahan agar mampu menampung kendaraan pengunjung dengan aman dan tertib.
“Kami berharap pengelola kafe dan tempat ngopi lebih proaktif dalam menyediakan fasilitas parkir yang layak. Ini bukan hanya demi kenyamanan pelanggan, tetapi juga demi keselamatan dan kelancaran arus lalu lintas di sekitarnya,” tegas Santosa.
Selain aspek keselamatan, Santosa menambahkan bahwa area parkir yang memadai juga memberikan keuntungan bagi usaha itu sendiri. Pengunjung akan lebih tertarik datang karena merasa aman dan nyaman, sehingga reputasi kafe atau tempat ngopi meningkat. Dengan demikian, bisnis kuliner dapat tumbuh tanpa mengorbankan ketertiban publik.
Santosa menutup pernyataannya dengan mengajak semua pihak, baik pemerintah, pelaku usaha, maupun masyarakat, untuk bersama-sama menjaga ketertiban jalan raya dan mendukung pertumbuhan usaha kuliner yang tertib dan ramah lingkungan. “Upaya ini penting untuk menciptakan Sintang yang lebih aman, nyaman, dan tertib bagi semua warga,” pungkasnya.





