SEKADAU, SKR.COM – Keberadaan sarana ingrastruktur yang memadai memiliki peran yang sangat vital dalam menunjang aktivitas masyarakat sehari-hari. Karena itu terkenal sebuah frasa, infrastruktur merupakan urat nadi perekonomian masyarakat. Ungkapan ini benar adanya. Sebab, aktivitas ekonomi seperti penjualan hasil bumi, produk kerajinan tangan, dan lain sebagainya, semuanya bergantung pada kondisi jalan dan jembatan kelancarannya.
Hal ini juga dirasakan warga RT 12 RW 005 Dusun Sungai Putat Desa Sungai Ringin, Kecamatan Sekadau Hilir. Di wilayah ini ada satu unit jembatan yang dinamai jembatan Sungai Durian. Jembatan ini adalah sarana vital bagi masyarakat setempat. Dulunya, kondisi jembatan ini memprihatinkan.
Ricardo Purba Tonang, Ketua RT setempat mengatakan, pernah ada warga yang hampir jatuh ke sungai saat melintas di jembatan tersebut.
“Sekarang sudah bagus, dan kami terimakasih ke pemerintah dan pihak yang mengerjakannya. Kalau belum dibangun bahaya juga buat warga yang melintas jembatan ini,” ujarnya saat ditemui di lokasi jembatan, dua hari lalu.
Sebelumnya, pemerintah desa Sungai Ringin sempat memposkan anggaran dari Alokasi Dana Desa (ADD) untuk perbaikan jembatan ini.
“Dulu jembatan ini dibangun dengan anggaran desa tahun 2003 sebesar 8 juta, jadi dari 2003 dibangun dan dibangun kembali pada tahun 2016 ini, sekitar 13 tahun baru dibangun kembali,”ungkapnya.
Jembatan dengan panjang 80 meter dan lebar 3 meter itu sudah rampung pengerjaannya. Pemkab Sekadau melalui Dinas PU dan Pertambangan pada tahun anggaran 2016 ini mengalokasikan dana sekitar 200 juta rupiah dari APBD untuk pembangunan jembatan yang kini sudah mentereng itu. (Benny)





