MELAWI, SKR.COM – Setelah lama menunggu hasil rekomendasi dari KASN, akhirnya keluar juga. Ketua Panitia Lelang Jabatan yang merupakan Sekda Kabupaten Melawi, Ivo Titus Mulyono mengatakan, KASN telah merekomendasikan nama-nama yang masuk dalam nominasi tiga besar.
adapun nama-nama yang masuk nominasi tiga terbaik dari hasil seleksi pengisian jabatan pimpinan tinggi pratama secara terbuka dilingkungan Pemkab Melawi tahun 2017. Untuk Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) yakni Dalyudi, P.R.Benirobin, dan Silvani Umran. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud), yakni Joko Wahyono, M. Syaiful Khair dan Teguh HS.
Sedangkan Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) yakni Abang Mangkota, Margitus Bemban dan Nurbana Aniwati. Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes), yakni Ahmad Jawahir, Arif Santoso dan Yunus. Sedangkan Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan (Distankan) yakni Oslan Junaidi, Sartika dan Susianto.
“Setelah tiga besar ini, nanti bupati sebagai pembina kepegawaian yang terakhir menentukan siapa dari tiga besar tersebut. Naman-namanya sudah kami umumkan,” ungkapnya ditemui di DPRD Melawi, kemarin.
Lebih lanjut Ivo menuturkan, dengan telah mendapatkan rekomendasi tiga terbaik dari KASN tersebut, maka tugas dari tim seleksi pengisian jabatan pimpinan tinggi pratama secara terbuka dilingkungan Pemkab Melawi tahun 2017 telah selesai. “Tugas kami hanya mencari tiga besar. Sekarang tinggal bupati kapan mau melantik. Sehabis itu dilaporkan lagi ke KASN, apakah yang dilantik ini sudah masuk tiga besar atau tidak,” ujarnya.
Ivo mengatakan, dengan telah mendapatkan rekomendasi dari KASN ini, sebaiknya memang secepat mungkin dilakukan pelantikan terhadap pejabat yang terpilih. Karena di lima instansi tersebut sedang kekosongan jabatan. Namun demikian, itu semua dikembalikan lagi kepada bupati, karena yang mengangkat dan melantik pejabat tersebut kewenangan bupati.
Sementara itu, anggota DPRD Melawi, Pencon, meminta Pemkab untuk segera mengumumkan hasil dan menetapkan serta melakukan pelantikan untuk pengisian jabatan pimpinan tinggi pratama di lima Instansi Pemkab Melawi.
Proses lelang jabatan sudah selesai segeralah ditetapkan masing-masing satu orang dan bila perlu langsung segera dilantik, jangan lama-lama lagi. “Lelang jabatan ini memang hak progratif bupati, tapi kalau memang proses lelang jabatan sudah selesai jangan tunggu-tunggu lama lagi, segera dilantik,” ungkapnya.
Pencon yang juga selaku anggata Badan Anggaran DPRD Melawi ini menegaskan pelantikan pejabat yang mengisisi kekosongan jabatan di lima instansi tersebut sangat penting, terutama untuk mengikuti pembahasan KUA dan PPAS RAPBD Melawi tahun 2018. Karena pejabat yang belum dilantik tersebut merupakan pengguna anggaran. “Sebab kalau yang bersangkutan tidak mengikuti pembahasan, bisa saja nanti ada yang berubah, sehingga kerja dua kali,” ujarnya.
Dikatakan Pencon, tapi kalau pejabat di lima SKPD tersebut sudah mengikuti pembahasan, tentunya apa yang dibahas sudah sesuai dengan keinginan dia, sehingga tidak perlu dihawatirkanlah adanya perubahan-perubahan setelah dilakukan pembahasan. “Makanya kami minta supaya bupati segera melantik para pejabat yang sudah dinyatakan lulus dalam seleksi jabatan tersebut,” ujarnya.
Selain itu kata dia, belum diumumkannya hasil lelang jabatan tersebut dihawatirkan berdampak kepada kinerja para peserta lelang yang sudah menunggu hasilnya. Sehingga secara tidak langsung berimbas kepada instansi tempat mereka bekerja sekarang. “Pengumuman hasil lelang jabatan ini juga sudah ditunggu-tunggu banyak orang, bahkan sudah ramai dibahas di warung kopi,” pungkasnya. (edi)





