SINTANG – Pemerintah Kabupaten Sintang melalui usulan anggota DPRD terus mendorong peningkatan fasilitas dasar, termasuk rumah ibadah dan tempat tinggal guru.
Anggota DPRD Sintang dari Partai Kebangkitan Bangsa, Kusnadi mengatakan bahwa sebagian dari anggaran pembangunan 2025 diarahkan untuk bantuan hibah ke masjid, surau, gereja, dan rumah guru di wilayah pedalaman.
“Selain jalan rabat beton, kita juga bantu lewat hibah. Ada masjid, surau, gereja, termasuk rumah guru yang kondisinya memang sudah sangat memprihatinkan,” ujar Kusnadi.
Salah satu lokasi yang menerima perhatian khusus adalah Desa Bernayau, tempat berdirinya SD Negeri 33. Di sana, hanya satu rumah guru yang berhasil direhabilitasi tahun ini karena keterbatasan anggaran.
“Rumah guru di sana sudah tidak layak. Kasihan guru-gurunya, mereka ndak ada tempat tinggal yang pantas. Ini juga bagian dari upaya kita menjaga semangat mereka dalam mengabdi di pelosok,” kata Kusnadi.
Menurutnya, bantuan hibah untuk rumah ibadah dan rumah guru sangat penting karena langsung menyentuh kehidupan sosial masyarakat dan tenaga pendidik.
Ia menilai bahwa kehadiran rumah ibadah yang layak dan guru yang betah di desa sangat memengaruhi kualitas hidup dan pendidikan warga setempat.
Kusnadi menegaskan bahwa keberpihakan anggaran kepada daerah terpencil harus terus diperkuat, karena di sanalah kebutuhan dasar seringkali terabaikan.
“Rumah ibadah dan rumah guru bukan sekadar bangunan. Itu simbol kehadiran negara di tengah masyarakat,” pungkasnya.
