SINTANG, SKR.COM – Perayaan Gawai Dayak Ketemenggungan Linoh Dakan Gandis ke-IX yang digelar di Desa Nobal, Kecamatan Sungai Tebelian, Kabupaten Sintang, berlangsung khidmat dan penuh nuansa adat. Salah satu momen sakral dalam pembukaan Gawai tersebut adalah prosesi pembukaan tuak pamali, yang secara khusus dilakukan oleh Anggota DPRD Kabupaten Sintang, Markus Jembari, sebagai bentuk penghormatan terhadap tradisi dan adat istiadat Dayak.
Prosesi pembukaan tuak pamali menjadi simbol pembuka acara Gawai dan menandakan bahwa seluruh rangkaian kegiatan adat boleh dimulai. Dalam tradisi Dayak, tuak pamali memiliki makna spiritual dan sakral, sebagai persembahan awal kepada leluhur dan roh penjaga kampung agar seluruh pelaksanaan Gawai berlangsung aman, lancar, dan diberkahi.
Markus Jembari mengungkapkan rasa bangganya bisa hadir dan dipercaya memulai prosesi adat tersebut.
“Gawai bukan hanya perayaan budaya, tetapi juga bentuk rasa syukur kepada Tuhan dan leluhur atas panen, kesehatan, dan kedamaian. Saya sangat menghargai dan mendukung kegiatan seperti ini sebagai warisan budaya yang harus dijaga dan dilestarikan,” ujar Markus.
Ia juga memberikan apresiasi kepada seluruh panitia dan masyarakat Desa Nobal yang telah menjaga kelestarian budaya melalui Gawai Dayak. Menurutnya, melalui kegiatan seperti ini, generasi muda bisa lebih memahami identitas mereka sebagai bagian dari masyarakat adat yang kaya nilai dan kearifan lokal.
Gawai Dayak Ketemenggungan Linoh Dakan Gandis ke-IX diisi dengan berbagai kegiatan adat, seperti ritual pemanggilan roh leluhur, pertunjukan seni tari dan musik tradisional, serta pameran hasil bumi sebagai bentuk syukur atas panen.
Markus berharap Gawai ini menjadi momentum untuk memperkuat persatuan masyarakat, serta memperkokoh keberadaan adat dan budaya Dayak di tengah arus modernisasi yang semakin kuat.





