MELAWI, AKR.COM – Sesuai dengan data yang ada di Dinas Kesehatan (Dinkes) Melawi, Kasus filariasi
atau yang disebut kaki gajah di Melawi ini berjumlah sebanyak 54 penderita. Yang mana tersebar di 7
Kecamatan yang ad di Melawi. Hal itu tentu menjadi tantangan bagi Pemkab Melawi dalam hal ini
Dinkes untuk melakukan langkah pencegahan.
“Iya data yang kita input sementara ini yang sudah ositif menderira mikro Filariasis yakni Tanah Pinoh
yang sebelumnya 10 kini nambah 9 orang jadi 19 penderita. Kemudin Tanah Pinoh Barat 13 penderita,
Sokan yang sebelumnya 4 kasus nmbah 2 lagi jadi 6 penderita, Pinoh Utara 6 Penderita, Belimbing Hulu
5 penderita, Nanga pinoh 4 kasus dan Pinoh selatan 1 kasus,” terang Kepala Dinkes Melawi dr. Ahmd
Jawahir, belum lama ini.
Lebih lanjut, Ahmd mengatakan, untuk pencegahan, minggu lalu, tim P2L Dinkes Melawi sudah turun
lansung untuk melakukan penanganan langsung serta melakukan persiapan pencanangan di Oktober nanti dengan melakukn pelatihan kepda para Kader, di setiap desa.
“Kemarin itu kami lakukan pelatihan kader. Setiap desa ada 4 orang Kades yang kita siapkan untuk
persiapan pencanngn Oktober nanti. Ini juga untuk penangan terhadap penderita dan pencegahan agar
penyakit kaki gajah ini tidak bertambah,” katanya.
Ahmad mengatakan, yang menjdi kendala dalam menghadapi dan menghindari berbagai penyakit, yakni sulitnya masyarakat untuk memahami dan tidak disiplin minum obat untuk pencegahan. Hanya pada saat sakit saja mau minum obat.
“Persoalan di Indonesia ini masyarakat belum disiplin minum obat. Karena terbiasa, kalau sakit saja baru minum obat, itupun sudah enakan obatnya terhenti. Jadi itu yang kadang membuat kesulitan bagi kita melakukan pencegahan dini,” paparnya.
Pada kesempatan itu, Ahmad menghimbau, kepada masyarakat apabila ada menemukan atau ada gejala kasus Filariasis seperti kaki muli mengembang, secepatnya ke Puskesms biar di ambil darahnya untuk di cek. Sebab jika terlambat, kasus ini memang tidak membunuh, tapi membuat cacat permanen.
“Kasus ini termasuk sudah jarang, cuma harus menjadi perhatian kita,” pungkasnya. (Edi






