SINTANG – Ketua Komisi A DPRD Sintang, Santosa, menyebut pembangunan jembatan yang dibiayai oleh BNPB akan memperkuat konektivitas antarwilayah dan mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Ia menegaskan bahwa 12 jembatan yang akan dibangun merupakan “urat nadi” wilayah yang selama ini sangat dibutuhkan.
“Jembatan-jembatan ini adalah urat nadi masyarakat. Transportasi yang lancar akan mendongkrak perekonomian,” ujar Santosa.
Menurutnya, beberapa wilayah yang akan menerima pembangunan jembatan berada di daerah yang kesulitan akses, terutama saat musim hujan.
Ia menjelaskan banyak jembatan lama rusak berat atau hanya berupa jembatan darurat yang berisiko membahayakan pengguna.
Maka, menurutnya pembangunan jembatan tidak hanya mempermudah mobilitas orang, tetapi juga memperlancar distribusi hasil pertanian dan perkebunan yang selama ini menjadi sumber utama pendapatan masyarakat di pedalaman Sintang.
“Kalau jalan dan jembatan bagus, masyarakat tidak perlu keluar biaya besar untuk angkut hasil kebun. Waktu tempuh juga bisa lebih singkat,” ujarnya.
Santosa berharap proyek ini membawa dampak nyata dan dapat diselesaikan tepat waktu. Ia juga meminta agar proses pengawasan dari pihak legislatif dan eksekutif terus dilakukan agar tidak terjadi penyimpangan.
“Kami dari DPRD akan terus mengawasi. Tapi yang paling penting, pemenang tender harus bekerja profesional,” katanya.
Ia juga menyebut, selain 12 jembatan utama, wilayah Digurung Kempadik dan Nanga Jetak juga masuk dalam daftar proyek yang telah dilelang dan siap dikerjakan.
“Intinya, ini adalah langkah besar untuk membuka keterisolasian desa. Masyarakat sangat menantikan hasilnya,” tutup Santosa.





