SINTANG, SKR.COM – Kepala kementrian agama kabupaten Sintang H.Abdul Azis menilai suasana toleransi beragama di Sintang sudah sangat kondusif. Hal ini menurutnya bisa dilihat dari terjalinnya kerukunan dan sikap toleransi baik antar umat beragama maupun intern umat beragama. Hal ini disamapikannya usai menjadi inspektur upacara pada peringatan hari amal bakti (HAB) kementrian agama yang ke 70 di halaman komplek Madrasah Tsanwiyah Negeri Sintang pada Minggu (3/1) kemarin.
“Kondisi kehidupan beragama di Sintang sudah sangat kondusif. Hal ini perlu kita pertahankan dan tentu terus di tingkatkan,”ujarnya.
Menurutnya salah satu yang bisa di jadikan tolak ukur kerukunan dann toleransi beragama di Sintang adalah sangat kondusifnya pelaksanaan pemilukada di awal Desember bulan lalu. Tidak ada jurkam atau tim sukses pasangan calon yang menggunakan ayat atau hadits dan simbol-simbol agama untuk meraih dukungan massa dan memenangkan pasangan calon yang di usungnya. Selain itu menurutnya bisa jadi masyarakat sudah cerdas dalam memilah isu atau propaganda terkait dengan pilihan politik mereka.
Abdul Azis juga menilai bahwa kondisi kabupaten Sintang juga relatif kondusif dari pengaruh paham-paham yang merusak dan menyesatkan. Jikapun ada perbedaan dikalangan intern umat beragama, maka hal itu hanyalah pada masalah khilafiah semata. Lebih jelas lagi Abdul Azis mengatakan bahwa paham merusak yang dimaksudkanya adalah paham yang mengatasnamakan agama dan diterjemahkan oleh para pengikutnya dalam konteks politik untuk menyerang pemerintah.
Oleh karena itu menurutnya dalam rangka memperingati HAB Kemenag yang ke 70, pihaknya harus melihat ke belakanng untuk melihat kekurangan-kekurangan dan menatap kedepan untuk membuat rumusan guna membangun kelembagaan kementrian beragama yang lebih baik di masa yang akan datang.
“Kita terus berupaya melakukan berbagai kegiatan untuk mencapai terwujudnya visi dan misi kementrian agama, hanya saja memang masih ada banyak hal pula yang harus kami perbaiki. Misalnya bagaimana memberikan pemahaman kepada masyarakat menerapkan agama dalam kehidupan berumah tangga, karena angka perceraian di Sintang ini sangat tinggi,”jelasnya.
Terkait tingginya angka perceraian, Abdul Azis mengatakan pihaknya akan berupaya bekerjasama dengan berbagai element masyarakat terkait untuk meningkatkan pemahaman tentang pentingnya mengedepankan prinsip bergama dalam kehidupan berumah tangga. Untuk itu pihaknya akan mengupayakan dilakukan semacam kursus bagi pasangan calon yang akan menikah.
Di kesempatan peringatan HAB Kemenag yang ke 70, kepala kementrian agama kabupaten Sintang juga menyerahkan sejumlah penghargaan kepada sejumlah pegawai negeri di lingkungan Kemenag Sintang dan madrasah. Satu diantara staf Kemenag Sintang yang mendapatkan penghargaan atas dedikasinya yang tinggi adalah Nasirin.
Kemudian satu piagam penghargaan juga di berikan kepada Madrasah Tsanawiyah Negeri yang berhasil meraih juara pertama pada lomba sekolah sehat tahun 2015 dan berhak mewakili Kalbar untuk bersaing di tingkat Nasional.
Kelompok tari kreasi dari Madrasah Aliyah Negeri juga berhak mengondol piala dan piagam penghargaan dari kepala Kemenag atas keberhasilan dalam memenangi lomba tari kreasi antar madrasah di Sintang. (Eka)
