SINTANG – Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Sintang, Toni, menyoroti minimnya armada pengangkut sampah yang tersedia saat ini. Dari total 8 unit kendaraan pengangkut, hanya 4 unit yang berfungsi dengan baik, sementara 4 lainnya dalam kondisi rusak.
“Idealnya kita punya 10 unit kendaraan, tapi sekarang hanya ada 8, dan yang layak jalan cuma 4. Masuk akal tidak? Ini artinya butuh penambahan armada,” jelas Toni.
Kondisi ini, kata dia, menyebabkan tidak optimalnya pengangkutan sampah dari Tempat Pembuangan Sementara (TPS) ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA), terutama di tengah meningkatnya volume sampah pasca banjir besar beberapa waktu lalu.
Sebagai solusi jangka pendek, Toni mendorong agar Pemerintah Kabupaten Sintang menggandeng pihak swasta melalui program Corporate Social Responsibility (CSR).
Ia meminta perusahaan-perusahaan yang beroperasi di Sintang diharapkan bisa berkontribusi dalam pengadaan armada baru.
“CSR itu bisa dioptimalkan. Misalnya untuk pengadaan dump truck. Pemerintah bisa menyurati perusahaan agar bantu alat angkut. Jangan semua dibebankan ke APBD,” tegasnya.
Selain kendaraan, Toni juga menyoroti pentingnya penambahan dan pelatihan sumber daya manusia (SDM) di sektor pengelolaan sampah.
Menurutnya, armada yang baik tidak akan optimal tanpa SDM yang profesional dan sistem kerja yang jelas.
“Yang kita butuhkan itu bukan hanya kendaraan, tapi juga SDM dan pengawasan. Harus ada koordinasi jam buang sampah, siapa yang angkut, ke mana dibuang. Sistem ini harus dibangun bersama,” ujar Toni.
Ia berharap Pemkab Sintang bisa menjadikan pengelolaan sampah sebagai prioritas dengan dukungan anggaran, SDM, dan inovasi.
“Kalau mau hasilnya maksimal, semua unsur harus bergerak. Kendaraan, SDM, masyarakat, dan CSR harus bersinergi,” tutupnya.
