MELAWI, SKR.COM – Dalam upaya mencegah serta menangani masalah asap akibat Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di wilayah Kabupaten Melawi, Pemerintah melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) bersama lintas sektoral, Selasa (30/5) di Hotel Rajawali.
Kegiatan yang dibuka oleh Wakil Bupati Melawi, Dadi Sunarya UY tersebut dilaksanakan sesuai amanat undang-undang serta perautran pemerintah. Hadir dalam kegiatan tersebut, Sekda Melawi, Drs. Ivo Titus M, M. S, forkopinda serta sejumlah Camat, BSPBK, Polsek dan pihak terkait lainnya.
Wabup Melawi dalam sambuatnnya mengatakan, secara konstekstual bencana yang sering terjadi di kabupaten Melawi adalah Kebakaran Hutan dan Lahan. Baik karena faktor alami maupun manusia yang apabila tidak terkendali dapat meluas.
“Saya menghimbau kepada BPBD utk meningkatkan kesiapsiagaan penanggulangan bencana Kebakaran Hutan dan Lahan dimulai dari Tahap Pra-Bencana sampai Pasca-Bencana. Melalui kegiatan ini, akan ditentukan status Siaga Darurat bencana Kebakaran Hutan dan Lahan. Juga akan dibentuk Tim Satgas Penanggulangan Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan di Melawi,” pintanya.
Sementara itu, Kepala BPBD Melawi, Syafaruddin mengatakan, menurut arahan BPBD Provinsi, Kabupaten Kota bulan ini memang harus menyiapkan Rakoor untuk menangani masalah Karhutla. Nantinya, hasil Rakoor akan disampaikan awal Juni ini.
“Mudah-mudahan pembentukan satgasnya dengan penetpan status siaganya bisa berjalan lancarhari ini, bisa seperti apa yang kita harapkan. Maka dari itu Rakoor ini dilakukan, dengan begitu semua persiapan bisa dibahas disini sampai dengan pembentukan Satgas dan penetapan statusnya,” paparnya. (Edi)





