SINTANG – Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Sintang, Toni menegaskan pentingnya peningkatan infrastruktur, sumber daya manusia, dan inovasi dalam pengelolaan sampah di Kabupaten Sintang.
Ia menyebutkan bahwa saat ini Kabupaten Sintang hanya memiliki 9 Tempat Penampungan Sementara (TPS) resmi yang tersebar di beberapa titik, sementara masih banyak masyarakat membuang sampah di lokasi tak resmi.
“TPS kita yang resmi ada 9. Tapi di luar itu, masih banyak lokasi yang bukan tempat resmi. Ini persoalan kesadaran,” jelas Toni.
Kesembilan TPS tersebut tersebar di antaranya Pasar Junjung Buih, Jalan Adi Sucipto, Pasar Seroja, Akcaya 2, Pasar Menyumbung Tengah, Stadion Baning, Pasar Buah Sungai Durian, Pasar Sayur Masuka, dan Jalan Hutan Wisata.
Toni menyoroti pentingnya membangun laboratorium lingkungan hidup yang saat ini sedang diupayakan oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sintang.
Menurutnya, jika lab ini bisa dibangun, maka akan berdampak pada peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
“Proposalnya sudah ada, dan ini sedang kita dorong. Anggarannya tak sampai 600 juta, tapi dampaknya besar untuk PAD kita dari sektor pengelolaan sampah,” ujarnya.
Toni juga menekankan perlunya pembelajaran dari daerah lain yang telah berhasil mengelola sampah dengan sistematis dan efisien, seperti Kota Singkawang.
Ia menilai Sintang perlu meniru sistem pengangkutan sampah yang terjadwal dan tertib, serta melibatkan semua elemen termasuk CSR perusahaan.
“Kesadaran masyarakat, pengawasan, SDM, dan inovasi, itu kunci pengelolaan sampah. Kita butuh sinergi untuk memaksimalkan semua potensi itu,” tutup Toni.
