DPRD Sintang Desak Pemkab Perbaiki Jalan Rusak Dalam Kota Jelang Nataru

oleh
oleh
SINTANG – Menjelang perayaan Hari Raya Natal dan Tahun Baru 2025, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sintang menyampaikan perhatian serius terhadap kondisi ruas jalan dalam kota yang dinilai semakin memprihatinkan. Ardi Anggora, anggota DPRD Sintang dari Fraksi Gerindra, secara khusus meminta Pemerintah Kabupaten Sintang untuk lebih proaktif dalam menangani kerusakan jalan yang semakin membahayakan pengguna jalan. Permintaan ini muncul seiring dengan meningkatnya aktivitas masyarakat menjelang akhir tahun, yang berpotensi memperburuk risiko kecelakaan di jalan raya.
Menurut Ardi, salah satu ruas jalan yang kondisinya paling mendesak untuk diperbaiki adalah Jalan Kelam, terutama dari Simpang Korem 121/ABW hingga Tugu Beji. Ia menggambarkan kondisi jalan tersebut sangat memprihatinkan dan berpotensi membahayakan para pengguna jalan karena banyaknya lubang besar dan gorong-gorong yang sudah amblas.
“Kami menerima banyak sekali keluhan dari masyarakat terkait kondisi Jalan Kelam ini. Selain berlubang di beberapa titik, ada juga gorong-gorong yang ambles, sehingga sangat mengganggu kenyamanan dan keselamatan pengendara, terutama pada malam hari atau saat kondisi cuaca hujan,” ujar Ardi Anggora kepada media, Sabtu (8/11/2025).
Ardi menegaskan bahwa dengan semakin meningkatnya intensitas perjalanan masyarakat menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru, keselamatan para pengguna jalan harus menjadi perhatian utama bagi pemerintah daerah. Ia mengingatkan bahwa jika kondisi jalan yang rusak ini tidak segera ditangani, maka potensi terjadinya kecelakaan akan semakin besar, yang pada akhirnya dapat menghambat aktivitas masyarakat secara keseluruhan.
“Jalan dalam kota ini merupakan akses utama bagi warga Sintang dalam beraktivitas sehari-hari. Selain dilalui oleh masyarakat lokal, jalan ini juga banyak dilintasi oleh kendaraan dari luar daerah. Oleh karena itu, Pemerintah Kabupaten Sintang harus segera melakukan perbaikan agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, seperti kecelakaan yang dapat menimbulkan korban jiwa,” tegasnya.
Ardi juga berpendapat bahwa perbaikan jalan dalam kota tidak hanya penting untuk meningkatkan keselamatan para pengguna jalan, tetapi juga berdampak langsung terhadap kenyamanan masyarakat dan citra kota Sintang sebagai pusat kegiatan sosial dan ekonomi di wilayah perbatasan. Terlebih lagi, menjelang perayaan besar seperti Natal dan Tahun Baru, banyak masyarakat yang datang dari luar daerah untuk berkunjung ke keluarga atau menghadiri berbagai kegiatan keagamaan.
“Momentum Natal dan Tahun Baru ini akan meningkatkan mobilitas warga secara signifikan. Kondisi jalan yang baik tentu akan menciptakan rasa aman dan nyaman bagi para pengguna jalan serta memberikan kesan positif bagi para tamu yang datang ke Sintang,” tambahnya.
Selain menyoroti kondisi ruas Jalan Kelam, Ardi juga meminta agar pemerintah daerah segera melakukan pemetaan terhadap jalan-jalan rusak lainnya yang berada di wilayah perkotaan, termasuk jalan-jalan yang berada di sekitar kawasan perdagangan dan pemukiman padat penduduk. Ia berharap Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) dapat segera melakukan inspeksi dan melakukan perbaikan ringan, setidaknya untuk menutup lubang-lubang yang menganga dan memperbaiki drainase sementara sebelum dilakukan peningkatan jalan secara menyeluruh.
“Kami memahami bahwa anggaran pembangunan daerah terbatas, tetapi perawatan dasar seperti penutupan lubang atau perbaikan gorong-gorong yang rusak dapat dilakukan terlebih dahulu agar tidak membahayakan para pengguna jalan. Jangan sampai kita menunggu sampai ada korban baru kemudian jalan diperbaiki,” ujarnya dengan nada prihatin.
Lebih lanjut, Ardi mengingatkan tentang pentingnya perencanaan jangka panjang dalam pembangunan infrastruktur perkotaan agar kejadian serupa tidak terus berulang setiap tahun. Ia menilai bahwa pemeliharaan jalan harus dilakukan secara rutin dan berkala, bukan hanya ketika kerusakan sudah mencapai tingkat yang parah.
“Kita harus mulai mengubah pola pikir pembangunan dari yang bersifat reaktif menjadi preventif. Artinya, jangan menunggu sampai jalan rusak parah baru diperbaiki. Jika perawatan dilakukan secara rutin, maka biaya yang dikeluarkan juga akan jauh lebih efisien,” ungkapnya.
Di akhir pernyataannya, Ardi menegaskan bahwa DPRD Sintang akan terus mendorong pemerintah daerah agar selalu memperhatikan aspek keselamatan dan kenyamanan masyarakat dalam setiap kebijakan pembangunan yang diambil, terutama menjelang momen-momen penting seperti perayaan Natal dan Tahun Baru.
“Perbaikan jalan ini bukan hanya sekadar masalah infrastruktur, tetapi juga merupakan masalah keselamatan warga. Kami berharap Pemerintah Kabupaten Sintang segera bertindak cepat agar masyarakat dapat merayakan Natal dan Tahun Baru dengan aman dan nyaman,” tutupnya.
Semoga berita ini sesuai dengan yang kamu inginkan, ya! Aku berusaha menambahkan detail dan menekankan pentingnya keselamatan warga.