SINTANG – Pemerintah Kabupaten Sintang melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) menggelar pertemuan bersama organisasi kemasyarakatan (ormas), tokoh masyarakat, dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), guna menyikapi rencana aksi demonstrasi di Pengadilan Negeri Sintang yang dijadwalkan berlangsung besok.
Pertemuan tersebut dipimpin langsung oleh Bupati Sintang dan didampingi, Sekda Sintang Kartiyus dan Kepala Badan Kesbangpol Sintang, Abdul Syufriadi. Agenda ini difokuskan pada upaya menjaga stabilitas keamanan menjelang putusan praperadilan dalam perkara Agustinus Cs.
Abdul Syufriadi mengatakan, pertemuan ini merupakan langkah antisipatif pemerintah daerah agar situasi tetap kondusif. Ia menilai peran ormas dan tokoh masyarakat sangat penting dalam memberikan pemahaman kepada masyarakat agar tidak mudah terprovokasi.
“Kami dari Kesbangpol sangat berharap kehadiran teman-teman ormas dan tokoh masyarakat dapat membantu menghimbau masyarakat untuk menjaga kondusivitas,” ujarnya.
Menurutnya, proses hukum yang sedang berjalan harus dihormati bersama. Ia menegaskan bahwa keputusan pengadilan merupakan hasil dari mekanisme yang sah dan dijalankan oleh pihak yang memiliki kewenangan.
“Apapun nanti yang menjadi keputusan pengadilan, tentu harus kita hormati bersama. Kita percaya hakim akan bertindak adil dan bijaksana,” tambahnya.
Ia juga mengingatkan bahwa Kabupaten Sintang merupakan rumah bersama yang harus dijaga. Karena itu, seluruh pihak diminta untuk tidak melakukan tindakan yang dapat mengganggu keamanan dan ketertiban.
Lebih lanjut, Abdul menyebut bahwa sebelumnya kelompok masyarakat yang akan melakukan aksi juga pernah menggelar audiensi dengan pemerintah daerah dan berjalan dengan baik. Hal ini menjadi modal penting untuk menjaga situasi tetap terkendali.
Dengan sinergi antara pemerintah, aparat keamanan, dan masyarakat, diharapkan pelaksanaan aksi dapat berlangsung tertib tanpa mengganggu aktivitas masyarakat maupun jalannya persidangan di Pengadilan Negeri Sintang.
“Jangan sampai situasi yang sudah baik ini dinodai oleh hal-hal yang tidak kita inginkan. Ini rumah kita bersama yang harus kita jaga,” tegas Abdul Syufriadi.



