MELAWI, SKR.COM – Keberadaan perpustakaan Daerah di Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Daerah Melawi hingga saat ini sangat minim sekali pengunjungnya. Hal tersebut memperlihatkan kalau minat baca masyarakat di Melawi masih rendah.
“Minat baca masyarakat masih tergolong rendah. Hal itu mungkin karena beberapa tahun belakangan ini tidak ada tambahan koleksi buku terbaru, karena tidak ada dianggarkan. Kemudian bisa jadi karena lokasi perpustakaan ini tidak strategis,” kata Kasi Pembinaan Perpustakaan, A. Rudi Hartono, saat ditemui di ruangan kerjanya, beberapa hari yang lalu.
Lebih lanjut, Ia mengatakan, tren minat baca di perpustakaan daerah menurun sejak tahun 2016, dimana untuk perpustakaan tidak mendapat jatah anggaran untuk penambahan koleksi buku. “Jika tidak ada koleksi tambahan pembaca malas mau berkunjung lagi. Jikapun ada, saat ini tingkat pengunjungnya hanya didominasi oleh pelajar,” ungkapnya.
Menurut Rudi, jika perpustakaan ditunjang dengan anggaran setiap tahunnya, Ia yakin akan bertambah pula minat baca. “Jadi memang permasalahannya ini tidak di support oleh APBD dalam hal pembelian buku,” ucapnya.
Masalah lainnya, yakni tempat baca yang tidak reseprentatip. Menurutnya, yang namanya tempat baca, perlu tempat yang hening, nyaman dan tidak ribut. “Karena untuk membaca itu perlu konsentrasi,” paparnya.
Persoalan anggaran selalu menjadi kendala dalam upaya mewujudkan pembangunan yang ada. Begitu juga dalam hal pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) dari perpustakaan tersebut. Pihak Arpusda hanya mengandalkan koleksi buku lama.
“Jadi untuk perpustakaan sementara belum bisa berbuat banyak, karena anggaran belum ada. Sementara untuk ditingkat kecamatan, kita berupaya melalui perpustakaan keliling menggunakan mobil. Dimana memang sudah dijadwalkan setiap bulan berkeliling ke kecamatan sekolah dank e desa-desa,” ucapnya.
Namun begitu, untuk Pusling tersebut juga dihadapi dengan masalah klasik, yakni masalah anggaran. Dimana anggaran. Yang aman penyusunan anggaran yang sebelumnya terus dilakukan pemangkasan.
”Jadi untuk tahun ini saja, sebelumnya sudah kita susun. Namun dapat informasi terjadi pengurangan, terpaksa kita pangkas lagi sampai tiga kali pangkas. Sehingga Puslingpun tidak bisa dilakukan secara maksimal,” pungkasnya. (Edi)





