SINTANG – Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Sintang, Sanito Fiuska, mengungkapkan bahwa kondisi infrastruktur jalan di Kabupaten Sintang saat ini masih didominasi kerusakan berat dan menjadi tantangan besar bagi pemerintah daerah dalam upaya peningkatan pelayanan dasar masyarakat.
Hal tersebut disampaikan dalam dialog “Bupati Menyapa” bersama RRI Sintang, Kamis (16/4/2026), yang membahas kondisi infrastruktur di wilayah Kabupaten Sintang, khususnya jalan dan jembatan di daerah pedalaman.
Sanito menjelaskan bahwa keterbatasan anggaran menjadi salah satu faktor utama yang menyebabkan penanganan jalan belum dapat dilakukan secara optimal. Kondisi tersebut membuat sebagian besar ruas jalan di Kabupaten Sintang berada dalam keadaan rusak berat dan sulit dilalui secara maksimal.
“Kalau kondisi saat ini memang kondisi keuangan kita khususnya untuk pemeliharaan jalan, dengan sisa anggaran yang ada, sekitar 90 persen itu kondisinya rusak parah,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa kondisi tersebut bukan hal yang mudah untuk ditangani, mengingat luas wilayah Kabupaten Sintang serta tingginya kebutuhan mobilitas masyarakat, terutama di kawasan perkebunan dan pedalaman yang sangat bergantung pada akses jalan darat.
Menurutnya, meskipun pemerintah daerah terus berupaya melakukan penanganan secara bertahap, tantangan di lapangan masih sangat besar karena keterbatasan fiskal daerah.
“Memang kondisi jalan di Kabupaten Sintang sangat-sangat rusak berat. Ini menjadi tantangan kita,” katanya.
Sanito berharap adanya dukungan dari berbagai pihak, termasuk pemerintah pusat, agar percepatan perbaikan infrastruktur dapat terus dilakukan secara berkelanjutan dan merata di seluruh wilayah Kabupaten Sintang.
“Ini menjadi tantangan besar yang harus kita hadapi bersama,” ujarnya.


