Senen Maryono Minta Perhatian Serius untuk Guru dan Fasilitas Sekolah Terpencil

oleh
oleh

SINTANG – Ketua Dewan Pendidikan sekaligus anggota DPRD Kabupaten Sintang, Senen Maryono, menekankan perlunya pemerataan tenaga pengajar serta sarana-prasarana pendidikan di seluruh wilayah Kabupaten Sintang.

Menurutnya, ketersediaan guru dan fasilitas sekolah menjadi faktor utama yang menentukan kualitas pendidikan sekaligus kesempatan belajar bagi semua peserta didik.

Ia menyampaikan bahwa masih terdapat sejumlah sekolah, khususnya di daerah terpencil, yang kekurangan guru. Beberapa lembaga pendidikan hanya memiliki satu atau dua pengajar untuk menangani seluruh jenjang kelas, bahkan beberapa guru harus merangkap mengajar mata pelajaran di luar bidang keahliannya. Kondisi ini jelas menghambat proses belajar mengajar.

“Pendidikan di Sintang harus mendapatkan perhatian serius, terutama terkait jumlah tenaga pengajar dan fasilitas sekolah,” ujar Senen pada awak media, Selasa (02/12/2025).

Ia menegaskan bahwa penguatan pendidikan tidak akan maksimal tanpa pemenuhan kebutuhan dasar seperti guru yang cukup dan fasilitas yang memadai.

Selain persoalan guru, Senen juga menyoroti ketimpangan fasilitas pendidikan. Masih banyak sekolah yang bangunannya kurang layak, kekurangan ruang kelas, dan minim fasilitas penunjang seperti perpustakaan, laboratorium, serta akses internet. Hal ini membuat kualitas pembelajaran sulit optimal, apalagi dalam era kurikulum digital dan teknologi pendidikan yang terus berkembang.

Sebagai Ketua Dewan Pendidikan, Senen menyatakan pihaknya terus mendorong pemerintah daerah melakukan pemetaan kebutuhan sekolah secara menyeluruh. Ia meminta agar alokasi anggaran pendidikan difokuskan pada pemenuhan fasilitas dan distribusi guru yang proporsional, sehingga tidak ada sekolah yang tertinggal dalam hal layanan pendidikan.

Senen juga mengajak seluruh pihak terkait mulai dari pemerintah, masyarakat, hingga sektor swasta untuk bekerja sama memperkuat ekosistem pendidikan di Sintang. Dengan kolaborasi yang baik, ia optimistis kesenjangan pendidikan antarwilayah dapat dikurangi, sehingga setiap anak di Sintang memiliki akses pendidikan yang setara dan berkualitas.

“Pendidikan adalah investasi jangka panjang. Kita harus memastikan guru cukup dan lingkungan belajar layak agar generasi Sintang mampu bersaing dan berprestasi,” tutupnya.