Warga Keluhkan Cafe Remang-Remang di Jalan Sirtu dan Simpang Tiga Camat Nanga Pinoh Panggil Pemilik Cafe Remang-Remang
MELAWI, SKR.COM – Pemerintah Kecamatan Nanga Pinoh, Kamis (23/2) memanggil sejumlah pengusaha cafe remang-remang yang berada di Jalan Sirtu dan di Simpang tiga serta dua tempat usaha karaoke.
Pemanggilan tersebut menegaskan kepada pengusaha untuk tidak melaksanakan usaha yang meresahkan masyarakat. Hadir dalam pertemuan tersebut, Danramil, Perwakilan Polsek Nanga Pinoh, Kasat Pol PP, Kepala Desa Tanjung Tengang dan pihak Dinas Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan sejumlah pemilik usaha remang-remang.
Kepala Desa Tanjung Tengang, Jamaludin mengatakan, bahwa warga diseputaran Jalan Sirtu merasa resah dengan kebisingan suara yang terdengar setiap malamnya.
“Jadi yang dikeluhkan masyarakat, yakni di Jalan Sirtu. Masyarakat resah dengan keberadaan cafe remang-remang disitu. Jadi kami minta ditertibkan,” katanya ditemui saat menghadiri pertemuan tersebut di Aula Kantor Camat Nanga Pinoh.
Sementara itu, Camat Nanga Pinoh menegaskan, pihaknya memanggil pihak pengusaha tersebut, agar tertib dan tidak melaksanakan yang meresahkan masyarakat.
“Khusus yang di Sirtu karena sudah dikeluhkan dan meresahkan masyarakat, maka kita beri satu minggu untuk beralih usaha lain yang tidak meresahkan masyarakat,” ungkap Camat Nanga Pinoh, Daniel, usai petermuan.
Sementara terhadap usaha cafe yang berada di Simpang tiga, dalam pertemuan tersebut Camat meminta agar untuk melengkapi izinnya.
“Begitu juga dengan usaha karaoke keluarga Blink dan rome, kita minta untuk menjalankan usahanya sesuai izin. Jangan menjual minuman beralkohol yang dapat memabukan,” ucapnya.
Sementara itu, Kasat Pol PP Melawi, Marsidi mengatakan, bahwa pihaknya selaku pihak keamanan, sangat mendukung yang telah disampaikan Camat dalam pertemuan tersebut. Laporan yang masuk sudah cukup lama, dan sudah seharusnya ditertibkan, karena meresahkan masyarakat.
“Sebetulnya memang mau kami tindak, namun karena sudah lapor ke Kecamatan, maka kita mengikuti Camat saja. Kemauan masyarakat, cafe-cafe tersebut harus ditertibkan. Karena masyarakat sudah ngeluh,” ucapnya. (Edi)





