SINTANG, SKR.COM – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sintang, Chomaen Wahab, mengingatkan masyarakat untuk tetap tenang dan tidak panik menyikapi isu kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang tengah ramai diperbincangkan di sejumlah wilayah. Ia menegaskan bahwa kepanikan publik justru dapat memperburuk kondisi, terutama melalui aksi pembelian berlebihan yang memicu antrean panjang di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).
Chomaen menjelaskan bahwa stok BBM di Kabupaten Sintang masih aman dan distribusi terus berjalan sesuai jadwal. Ia menekankan pentingnya masyarakat tetap berperilaku rasional dalam membeli BBM, agar semua konsumen mendapatkan kesempatan yang sama tanpa terjadi kelangkaan sementara akibat kepanikan. “Kepanikan hanya akan memperumit situasi. Kami menghimbau masyarakat untuk membeli BBM sesuai kebutuhan, tidak berlebihan,” ujarnya.
Selain itu, ia meminta pihak SPBU untuk menyiapkan sistem antrean yang lebih baik, sehingga proses pengisian BBM tetap tertib dan tidak menimbulkan kerumunan. Chomaen juga menekankan perlunya koordinasi antara pemerintah daerah, pengelola SPBU, dan pihak kepolisian untuk memastikan distribusi BBM berjalan lancar serta masyarakat mendapatkan informasi yang akurat.
Anggota DPRD ini menambahkan, isu kelangkaan BBM sering muncul di media sosial dan percakapan publik, sehingga masyarakat perlu selektif menerima informasi. “Saring dulu informasi sebelum menyebarkannya. Jangan sampai berita yang belum pasti menjadi penyebab kepanikan massal,” tegas Chomaen.
Dengan langkah-langkah koordinatif dan kesadaran masyarakat, diharapkan situasi BBM di Kabupaten Sintang tetap stabil, pelayanan di SPBU lancar, dan kebutuhan energi masyarakat tetap terpenuhi tanpa gangguan berarti.





