Awas Penipuan, Nama Kepala BKD Melawi di Catut

oleh
oleh

MELAWI, SKR.COM – Issu pengangkatan honorer K2 di Kabupaten Melawi, Kalimantan Barat sedang santer di bicarakan, hal itu terjadi banyak oknum yang mengatasnamakan kepala BKD meminta imbalan uang Rp 25 juta rupiah agar bisa diangkat menjadi PNS.

Padahal hingga hari ini belum ada kepastian pengangkatan honorer K2 oleh pemerintah pusat. Kepala BKD Melawi Paulus saat di konfirmasi membenarkan, bahwa ada Oknum meminta sejumlah uang untuk memuluskan pengangkatan tersebut.

“Saya menerima laporan tersebut dari sejumlah honorer K2 yang langsung datang pada saya dengan nangis-nangis karena sudah stor uang sebesar Rp 7 juta rupiah”, jelasnya.

modus yang dilakukan oleh oknum yang tidak bertanggungjawab tersebut dengan  menelpon para tenaga honorer dan mengaku dirinya sebagai Kepala BKD.

Mendengar namanya di catut oleh oknum yang tidak bertanggungjawab, Paulus meminta para tenaga honorer K2 di Melawi untuk hati-hati, jangan sampai ada korban penipuan lagi dan kalau mau informasi yang jelas silahkan datang ke kantor BKD, ajak Paulus.

Selain itu Paulus juga mengatakan, untuk pengangkatan honorer K2 menjadi CPNS juga sampai kini belum jelas kepastiannya. Pasca-demonstrasi honorer K2 di Jakarta beberapa waktu lalu juga belum diketahui apa hasilnya.

“Saat pertemuan di Surabaya, Kepala BKN juga belum memberikan putusan soal honorer K2. Jadi kita tunggu saja, lihat instruksi dari pusat,” katanya.

Menpan, kata Paulus sudah menegaskan melalui surat edaran bahwa hingga kini belum ada kepastian satu instansi pun akan melakukan pengadaan CPNS pada tahun 2016. Termasuk soal jadwal penerimaan CPNS yang beredar di media online atau media sosial juga tak benar.

“Kalau ada berita di medsos, itu hoax semua. Bila nantinya sudah ada keputusan, tentunya ada surat dari Menpan kepada pejabat pembinaan kepegawaian di daerah,” katanya menjelaskan.

Menurut Paulus, setiap daerah termasuk Melawi sudah mengusulkan penerimaan pegawai negeri melalui program e-formasi. Program ini berisi analisis kebutuhan pegawai di suatu instansi atau daerah. Analisis dilakukan berdasarkan kebutuhan dan penempatan. Berapa pegawai yang akan diletak dan apa formasinya.

“Nah, sampai sekarang belum ada info penerimaan CPNS untuk Melawi. Kalau ada pembukaan, Menpan akan memberikan kuota berdasarkan e-formasi tersebut,” pungkasnya. (Wan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *