SINTANG – Fraksi Hanura DPRD Kabupaten Sintang memberikan apresiasi atas kinerja Pemerintah Daerah dalam merealisasikan pendapatan daerah tahun anggaran 2024 yang melampaui target yang telah ditetapkan.
Namun demikian, Fraksi Hanura juga menyoroti rendahnya realisasi pada salah satu pos pendapatan yang dinilai masih jauh dari target.
Juru Bicara Fraksi Hanura, Nekodimus dalam penyampaian pandangan umum fraksi menyoroti bahwa total realisasi pendapatan daerah mencapai Rp2.088.202.517.860,10 atau 100,90% dari target sebesar Rp2.069.486.820.606,00.
“Ini menunjukkan adanya upaya yang cukup baik dalam optimalisasi pendapatan daerah,” ungkap Nekodimus.
Secara lebih rinci, Fraksi Hanura mencatat:
• Pendapatan Asli Daerah (PAD) terealisasi 105,16% sebuah capaian yang patut diapresiasi.
• Pendapatan transfer juga melebihi target dengan realisasi mencapai 101,57%.
• Namun, lain-lain pendapatan yang sah hanya terealisasi sebesar 33,96%, jauh di bawah target.
Rendahnya realisasi pada pos lain-lain pendapatan yang sah menjadi catatan kritis bagi Fraksi Hanura. Fraksi meminta pemerintah daerah memberikan penjelasan secara rinci mengenai penyebab tidak tercapainya target tersebut, serta langkah-langkah konkret yang akan dilakukan ke depan untuk meningkatkan kinerja pendapatan pada pos ini.
“Kami berharap pada tahun anggaran berikutnya, seluruh pos pendapatan dapat dioptimalkan dengan baik, sehingga mendukung kemandirian fiskal daerah dan pembangunan yang berkelanjutan,” tegas Nekodimus.
Wakil Bupati Sintang, Florensius Ronny, memberikan klarifikasi bahwa rendahnya realisasi pos “lain-lain pendapatan yang sah” disebabkan oleh turunnya pendapatan dari Dana Kapitasi Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang bersumber dari Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP).
“Untuk meningkatkan penerimaan dari dana kapitasi JKN pada FKTP, pemerintah daerah melalui SKPD terkait akan melakukan peningkatan kualitas dan kuantitas pelayanan JKN,” ungkap Florensius Ronny.
