Melawi Deklarasi Menuju Kabupaten Layak Anak

oleh
oleh
Deklarasi Kabupaten layak anak yang dilaksanakan di pendopo Rumah jabatan Butapi Melawi

MELAWI, SKR.COM – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Melawi melalui Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) bekerjasama dengan Wahana Visi Indonesia (WVI) menggelar Perayaan Hari Anak Nasional dan Hari Keluarga Nasional serta deklarasi menuju Kabupaten Melawi Layak Anak, Kamis lalu dipendopo rumah jabatan Bupati Melawi.

Kegiatan ini juga dirangkai dengan seminar bertajuk “Perlindungann Anak Dimulai Dari Keluarga” menghadirkan pemateri Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA), Arist Merdeka Sirait. Adapun peserta dari seminar tersebut pada umumnya terdiri dari perwakilan siswa-siswi SMP dan SMA sebanyak 400 orang dan orang tua murid.

Pada kesempatan itu juga dilaksanakan penandatanganan deklarasi komitmen Kabupaten Melawi menuju KLA antara Bupati Melawi Panji dengan sejumlah instansi terkait dilingkungan Pemkab Melawi dan pihak WVI.

Kepala DP2KBP3A Melawi, Marniyati melaporkan, momentum Hari Keluarga Nasional dan Hari Anak Nasional merupakan upaya kesadaran dan peran masyarakat terhadap pentingnya keluarga kecil, bahagia dan sejahtera, serta membangkitkan kesadaran dan tanggung jawab orang tua, masyarakat dan Negara terhadap masa depan anak.

Marniyati berharap, dalam deklarasi ini akan tersosialisasi Kabupaten Melawi menuju KLA kepada masyarakat. Selain itu adanya komitmen komunikasi koordinasi partisipasi dan peran aktif para pemangku kepentingan dalam pelaksanaan KLA, sehingga Melawi sebagai KLA dapat diwujudkan.

Regional Manager WVI Provinsi Kalbar, Fortuna Kas, yang hadir pada kegiatan tersebut mengatakan untuk menghapus kekerasan terhadap anak, harus bekeja secara multi disiplin dan lintas sektor. Artinya lanjut Fortuna upaya-upaya penghapusan kekerasan terhadap anak harus dirancang dengan berbagai disiplin ilmu dan dilaksanakan dengan metode kerjasama antar semua sector.
Ditempat yang sama, Bupati Melawi, Panji, berkomitmen mendukung Kabupaten Melawi menuju KLA. Dikesempatan itu Panji mengajak seluruh elemen masyarakat Kabupaten Melawi untuk mendukung terciptanya Kabupaten Melawi sebagai KLA.

Dijelaskan Panji, untuk menuju KLA dibutuhkan suatu konsep atau sistem yang melibatkan seluruh komponen masyarakat Melawi, baik instansi pemerintah daerah, instansi swasta dan organisasi masyarakat yang harus memikirkan betapa pentingnya memenuhi hak-hak anak dalam pembangunan.

Dalam seminar dihadapan peserta yang mayoritas anak-anak sekolah ini, karena melihat tingginya kasus kekerasan fisik maupun seksual terhadap anak, Ketua Komnas PA Arist Merdeka Sirait mingingatkan masyarakat terutama orangtua, untuk memenuhi 10 hak anak.

Hal ini disampaikannya Sirait melalui sebuah lagu yang berjudul ’10 Hak Anak’, yang dinyanyikannya bersama dengan peserta seminar. Dalam lagu tersebut ada 10 hak anak yang harus dipenuhi, yakni bermain, pendidikan, perlindungan, nama kebangsaan, makanan, kesehatan, rekreasi, kesamaan, dan juga peran dalam pembangunan.

Selain itu Arist juga mengatakan, ketika hak-hak anak tersebut telah terpenuhi, baru bisa dikatakan merdeka dan anak juga punya kewajiban untuk menghormati orang tua, guru, dan orang lain serta negara. (Edi)