Bupati Ajak Masyarakat Lestarikan Budaya Dayak

oleh
oleh

SINTANG, SKR.COM – Bupati Sintang, Jarot Winarno bersama rombongan menyambangi Desa Nobal, Kecamatan Sungai Tebelian guna untuk menghadiri kegiatan Gawai Adat Nyelepat Tahun Ketemenggungan Dayak  Linoh Dakan Gandis, Senin (11/7).

Tampak antusiasme masyarakat sekitar dan temenggung adat menyambut kehadiran orang nomor satu di Kabupaten Sintang ini, setelah itu, Bupati Sintang memaparkan sambutannya dihadapan ratusan warga yang ikut dalam penyelenggaraan gawai dayak nyelepat tahun ketemenggungan dayak linoh dakan gandis ini, Jarot Winarno mengatakan Sesuai dengan visi misi kami, Bupati dan Wakil Bupati Sintang yaitu berbunyi ingin mewujudkan masyarakat yang  cerdas, sehat, maju, religius dan sejahtera,  serta tata kelola pemerintah yag baik dan bersih,  tentunya dengan visi misi itu untuk membenahi pembagunan yang ada di Kabupaten Sintang, sehingga pembangunan tidak boleh hanya pada pembangunan bangun  fisik saja, kita juga ingin membangun masyarakat Sintang dengan kultur budaya, adat,  kerohanian dan keagamaannya. Kata Jarot

“kepada masyarakat setempat untuk selalu menjaga dan melestarikan kearifan lokal budaya adat yang telah diajarkan sejak nenek moyang terdahulu.“Budaya mendorong kita melesestarikan adat istiadat budaya kita,”
Jarot Winarno juga menyampaikan bahwa kegiatan-kegiatan olahraga dan kegiatan kesenian di Kecamatan Sungai Tebelian sangat potensial, sangat maju, sehingga untuk itu diharapkan dapat terus ditumbuh kembangkan agar lebbih maju dengan pesat, “Mari salurkan kegiatan kita kearah yang positif dan jangan lupakan kelestarian adat dan budaya,” pinta Jarot

Masih  Kata Jarot, disampaikan dalam sambutannya dihadapan ratusan masyarakat, mengatakan bahwa dibalik semua itu masih ada kekurangan kita, yaitu pembangunan perbaikan infrastruktur jalan, sekolah dan kesehatan, tentunya kedepan akan kita benahi demi mencapai pelayanan kepada masyarakat yang optimal. Tambahnya.

“saya berpesan, sekarang sudah mulai memasuki musim kemarau, kepada para masyarakat yang memiliki ladang, memiliki lahan tanah yang ditumbuhi semak belukar, rumput-rumput, agar tidak membakarnya, karena hal ini kami Pemerintah tidak mau melihat lagi kebakaran hutan dan lahan yang terjadi pada tahun silam, sehingga sampai saat ini, data yang diperoleh dari satelit, bahwa di Sungai Tebelian ini sudah terdapat 1 titik hotspot, tentunya dengan adanya titik api seperti ini,diharapkan jangan membakar lahan sembarangan, gunakan pembebasan lahan dengan cara lain,seperti disemprot, jika terpaksa maka harus membakarnya dengan catatan harus memberikan laporan kepada Kepala Desa, Kapolsek, Danramil dan Camat, juga dengan membuat sekat-sekat di tengah hutan.” Pesan Bupati Sintang kepada masyarakat yang ada di rangkaian kegiatan Gawai Adat Nyelepat Tahun Ketemenggungan Dayak  Linoh Dakan Gandis. (Hms)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *