SINTANG – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sintang menargetkan pengelolaan sampah tidak hanya sebagai upaya kebersihan, tetapi juga memiliki nilai ekonomi melalui pemanfaatan teknologi.
Kepala DLH Sintang, Siti Musrikah mengatakan pihaknya tengah merencanakan pengadaan insinerator berkapasitas besar untuk mengolah sampah secara maksimal.
“Kalau kita punya insinerator dengan kapasitas 100 ton per jam, sebenarnya sampah ini bisa diolah menjadi sesuatu yang bernilai,” ujar Siti ketika diwawancara oleh sejumlah awak media di Kantor DPRD Kabupaten Sintang baru baru ini.
Ia menyebut, konsep yang diusung adalah mengubah sampah menjadi “berkah”, yakni sesuatu yang tidak hanya mengurangi beban lingkungan, tetapi juga berpotensi menghasilkan manfaat ekonomi.
“Bagaimana dari sampah ini bisa menjadi berkah. Sebenarnya bisa menghasilkan, tapi kita perlu alat pengolahan,” jelas Siti Musrikah mantan Kasatpol PP Sintang ini.
DLH juga belajar dari daerah lain, seperti program penanganan sampah di Sungai Citarum, di mana sampah diangkut, dikeringkan, lalu diolah menggunakan mesin pencacah hingga permasalahan dapat diselesaikan.
Selain itu, pihaknya juga telah mengusulkan program sanitasi dan pengembangan pengelolaan sampah saat kunjungan anggota DPR RI, Lasarus, ke Sintang.
“Proposal sudah kita usulkan, dan beliau siap mengawal dengan catatan syarat-syaratnya harus dilengkapi,” kata Kepala Dinas yang terkenal tegas ini.
Siti menegaskan, upaya ini akan terus didorong, termasuk menjalin kerja sama dengan pihak ketiga sebagai offtaker, agar sistem pengelolaan sampah di Sintang semakin modern dan berkelanjutan.


