SINTANG, SKR.COM – Setelah menjalani masa-masa serba mekanik, produksi massal, dan komputerisasi, kini dunia memasuki Revolusi Industri 4.0 yang mau tidak mau harus dihadapi dengan optimis.
“Revolusi Industri 4.0 ini bersifat global dan tidak bisa dihindari. Kita hanya bisa menyesuaikan diri untuk menghadapinya,” kata Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sintang, Florensius Ronny, kemarin.
Menurut Ronny, Kabupaten Sintang, Provinsi Kalimantan Barat tengah dihadapkan pada keadaan kurang terlatih dan terdidiknya tenaga kerja untuk menghadapi Revolusi Industri 4.0.
“Itu menjadi tantangan tersendiri bagi Pemerintah Kabupaten Sintang,” katanya.
Legislator Partai Nasional Demokrat (NasDem) ini menilai, Pemerintah Kabupaten Sintang harus segera menyiapkan generasi-generasi muda sedini mungkin, supaya mereka mampu menghadapi Revolusi Industri 4.0.
Menyiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang familiar terhadap Revolusi Industri 4.0 ini, menurut Ronny, memang tidak semudah membalikkan telapak tangan.
“Namun harus kita hadapi dengan optimis,” ajaknya.
Olehkarenanya, kata Ronny, kaum millenial yang familiar dengan internet tentunya menjadi tenaga kerja potensial di era Revolusi Industri 4.0 ini. Tetapi, masih banyak di antara mereka belum terarah dengan baik.
Tidak dapat dimungkiri, kebanyakan kaum millenial sebatas sebagai konsumen, ikut-ikutan, dan belum berkontribusi positif bagi kemajuan daerah.
Kondisi tersebut menuntut para pihak untuk membina kaum millenial, supaya mereka lebih produktif dan menyokong pembangunan di Bumi Senentang sesuai dengan kemampuannya masing-masing.
Karena itu, para milenial diharapkan dapat mengembangkan segala potensinya demi menyongsong ekonomi kreatif di era Revolusi Industri 4.0.
Menurutnya saat ini Indonesia tengah bersiap menghadapi Revolusi Industri 4.0. Anak-anak muda (Millenial) harus kreatif.
“Ini untuk meningkatkan daya saing dan produktivitas industri nasional,” katanya.
Ronny melanjutkan bahwa Revolusi Industri 4.0 merupakan era di mana terjadi konektivitas secara nyata antara manusia, mesin dan data. Artinya, kehadiran Revolusi Industri 4.0 ini ditandai dengan otomatisasi dan digitalisasi.
“Jadi nantinya semua industri mengharapkan adanya otomatisasi guna mendorong bisnisnya,” pungkasnya.





