MELAWI, SKR.COM – Hanya bisa terus berdoa dan berusaha. Itulah yang bisa dilakukan para petani karet saat ini. dimana harga karet perkilogram tak beranjak dari harga Rp. 5000 sampai dengan Rp. 5500 per kilogramnya. Harga yang dinilai sangat murah jika dibandingkan dengan harga peningkatan harga sembako serta harga barang pakai lainnya saat ini.
“Apa lagi yag bisa kami perbuat. Hanya bisa berdoa agar harga karet bisa menjadi perhatian pemerintah pusat dan berusaha meningkatkannya, kemudian berusaha dengan menyadap karet yang ada dan mempertahankan kualitas karet yang bagus,” ungkap Niki, seorang petani Karet Kebebu, ditemui di Nanga Pinoh, kemarin.
Harga karet yang tidak beranjak dari harga yang dinilai terendah tersebut, membuat masyarakat bertanya-tanya. Apakah tidak ada upaya pemerintah pusat untuk membuat harga karet menjaadi meroket hingga para petani karet bisa memenuhi kebutuhan ekonomi keluarganya. Atau mungkin, memang tidak terlalu diperhatian pemerintah terkait harga karet tersebut.
“Kami masyarakat kecil ini bisa apa. Mengeluh tiada guna. Seharusnya melihat perekonomian masyarakat anjlok, pemerintah bisa segera mengambil langkah, sikap dan strategi untuk menghadapi kesulitan yang dihadapi masyarakat, namun harapan tinggal harapan,” ucapnya dengan pasrah.
Tentunya, turun naiknya serta tidak beranjaknya harga karet disebabkan beberapa faktor yang mempengaruhi harga karet di pasar internasioal. Salah satunya yakni, pertumbuhan ekonomi dunia, kondisi pasar otomotif. harga minyak mentah dunia dan spekulan pasar.
Berdasarkan faktor permintaan dan penawaran, seharusnya harga karet tetap tinggi karena permintaan pasar terhadap karet setiap tahunnya meningkat tajam sedangkan suplai cenderung stagnan. Industri ototmotif salah satunya yang menggunakan bahan baku karet untuk memproduksi ban disetiap tahunnya meningkat tajam contohnya permintaan pasar akan spare part sepeda motor terutama ban.
Akan tetapi kenyataanya harga karet cenderung fluktuatif, hal ini disebabkan banyak faktor lain yang mempengaruhi harga karet di pasar internasional dan seringkali faktor tidak langsung lebih dominan dalam penentuan harga karet di pasar internasional dibandingkan dengan faktor langsungnya sendiri.(Edi)





