MELAWI, SKR.COM – Insfrastruktur jalan menjadi kebutuhan yang sangat penting bagi warga Melawi. Tak terkecuali warga Tebing Karangan. Akses jalan yang ada masih berupa tanah, mesti segera ditingkatkan atau pengkerasan dengan aspal.
“Kita meminta agar jalan akses ke Desa Tebing Karangan segera ditingkatkan. Tahun in juga pemerintah harus bisa mengalokasikan dana untuk pengerasan jalan. Ini sangat penting bagi kita semua,” kata Kades Tebing Karangan, Sekaoi, ditemui di Nanga Pinoh, Jumat (28/7).
Akses ke Tebing Karangan mulai dari Jalan Ella mesti melalui jalan Raden Jaya Ungi yang menembus Dusun Lebak Tapang. Panjangnya lebarnya sekitar 3 kilometer (KM). Lalu masuk ke jalan Bujang Jemaat yang panjangnya 6 KM. Hingga sampai ke Dusun Nuguk, Desa Tebing Karangan yang panjangnya sekitar 300 meter. Hingga total jalan yang mesti ditingkatkan mencapai 9,3 KM.
Dipaparkan Kades yang baru dilantik tersebut, jalan ini sendiri bukan hanya digunakan oleh warga Lebak Tapang dan Tebing Karangan. Tetai jga dipakai oleh warga Kecamatan Pinoh Utara, seperti Nanga Man, Engkurai, Merpak, Jaba, Merah Arai, Lumut dan Kompas.
“Warga yang menggunakan jalan ini sekitar 8 ribu jiwa. Karena banyak dari warga pemukiman yang menggunakan akses ini. Jadi sebenarnya jalan ini sangat sibuk sekali dan menjadi urat nadi ekonomi banyak manusia,” ulasnya.
Dia pun mengulas dari kepentingan ekonomi masyarakat bagi jalan ini. Bila akses sudah pengkarasan aspal. Maka mobil bisa masuk. Kalau mobil bisa masuk, dipasttikan jalan distribusi produk masyarakat menjadi lebih mudah dan murah.
“Hasil karet, sayur mayur, padi, ikan bisa dibawa ke Kota Nanga Pinoh dengan mudah dan murah bila jalan sudah dikeraskan. Dipastikan ekonomi warga akan meningkat drastis bila jalan bisa dipergunakan dengan baik,” ulasnya.
Kendati begitu, terangnya Sekaoi, saat ini bila musim hujan, jalan sama sekali tidak bisa diakses. Kendaraan roda dua dan mobil tidak bisa melalui jalan ini. Kalau pun dipaksakan dipastikan akan tidak bergerak, atau macet.
Dia pun menceritakan, pada saat pelantikan dirinya di Desa Tebing Karangan tamu dari kecamatan mesti melalui sungai Melawi. Karena jalan akses ke Tening Karangan sama sekali tidak bisa dilalui. Akibatnya, biaya transfortasi sungai pun mahal.
“Kita menyewa speed dengan biaya yang sangat mahal. Waktu pelatikan kemarin biaya transforasi sungai mencapai Rp 2 juta untuk 4 buat speed. Begitu biaya yang harus dikeluarkan kalau menggunakan sungai, sangat mahal,” pungkasnya. (Edi/DD)





