Mardiyansyah Dorong Perhatian Khusus untuk Wilayah Perbatasan Sintang

oleh
oleh

SINTANG, SKR.COM – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sintang, Mardiyansyah, menekankan perlunya perhatian khusus bagi wilayah perbatasan, baik dari pemerintah pusat maupun daerah. Ia menilai posisi Sintang sebagai daerah yang berbatasan langsung dengan negara tetangga membuat kawasan ini memiliki peran strategis yang sangat penting.

Mardiyansyah menjelaskan bahwa masyarakat di perbatasan masih menghadapi berbagai tantangan, mulai dari keterbatasan infrastruktur, akses pendidikan, pelayanan kesehatan, hingga fasilitas ekonomi. Kondisi ini berpotensi menimbulkan kesenjangan antara warga perbatasan dengan mereka yang tinggal di kota.

“Wilayah perbatasan adalah wajah depan negara. Karena itu perlu perhatian serius dari pemerintah pusat dan daerah. Jangan sampai warga yang tinggal di garis terdepan justru merasa tertinggal,” tegasnya pada media ini, Selasa 02 Desember 2025.

Ia menyoroti bahwa pembangunan jalan di beberapa kecamatan perbatasan, seperti Ketungau Tengah dan Ketungau Hulu, masih jauh dari optimal. Kondisi jalan yang rusak, jembatan yang terbatas, dan jaringan telekomunikasi yang belum stabil menjadi kendala utama bagi mobilitas masyarakat, pelayanan publik, dan aktivitas ekonomi.

Selain infrastruktur fisik, Mardiyansyah juga menekankan pentingnya penguatan sektor pendidikan dan kesehatan di perbatasan. Masih banyak sekolah yang kekurangan tenaga pengajar dan fasilitas, sementara layanan kesehatan belum menjangkau seluruh desa secara merata.

“Pemerintah harus memastikan masyarakat perbatasan memperoleh hak yang sama, terutama dalam pendidikan dan kesehatan. Pembangunan bukan hanya soal fisik, tetapi juga penguatan kualitas sumber daya manusia,” jelasnya.

Sebagai anggota DPRD, Mardiyansyah menyatakan pihaknya akan terus mendorong pemerintah daerah agar kebutuhan wilayah perbatasan masuk sebagai prioritas dalam rencana pembangunan tahunan. Pembangunan yang merata diyakini berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan wilayah.

Ia juga mengharapkan perhatian lebih besar dari pemerintah pusat melalui program strategis seperti pembangunan Pos Lintas Batas Negara, peningkatan kualitas jalan nasional, dan percepatan jaringan telekomunikasi. “Kami ingin masyarakat perbatasan benar-benar merasakan kehadiran negara dalam kehidupan sehari-hari mereka,” pungkasnya.