SINTANG, SKR.COM – Pemerintah Kabupaten Sintang menegaskan komitmennya dalam memperkuat layanan kesehatan masyarakat melalui pelibatan aktif pemerintah desa. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sintang, Edy Hermaini, menyatakan bahwa desa memiliki peran penting dalam mendukung upaya pencegahan dan pengendalian penyakit Tuberkulosis (TBC) di tingkat akar rumput.
Menurut Edy, pemerintah pusat telah memberikan dasar hukum yang kuat agar desa dapat memanfaatkan Dana Desa untuk mendukung program kesehatan masyarakat, termasuk pencegahan TBC dan percepatan penanganan stunting.
“Peraturan Presiden Nomor 67 Tahun 2021 sudah menegaskan tentang pentingnya partisipasi masyarakat dan dukungan pendanaan untuk pengendalian TBC, bahkan sampai ke tingkat desa,” ujar Edy Hermaini saat ditemui di Sintang, Rabu (12/11/2025).
Ia menjelaskan bahwa Kementerian Kesehatan bersama Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) terus berkoordinasi agar kebijakan Dana Desa sejalan dengan prioritas pembangunan nasional di bidang kesehatan. Pada tahun anggaran 2025, layanan kesehatan, ketahanan pangan, dan penurunan stunting ditetapkan sebagai program prioritas, yang juga membuka ruang bagi kegiatan penanggulangan TBC di tingkat desa.
Edy menambahkan, mekanisme penganggaran dapat dilakukan melalui musyawarah desa (musdes) dengan melibatkan kepala desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), dan masyarakat. Ia menyebut sejumlah kegiatan yang bisa didanai, antara lain sosialisasi pencegahan dini TBC, pemberian makanan tambahan bagi pasien, serta pemantauan penderita oleh kader kesehatan desa.
Untuk memastikan pelaksanaan program berjalan efektif, Edy mendorong pemerintah desa berkolaborasi dengan Puskesmas dan Dinas Kesehatan dalam penyusunan rencana kegiatan. Ia juga merekomendasikan dibuatnya nota kesepahaman (MoU) antara desa dan dinas kesehatan agar program TBC memiliki dasar hukum yang kuat dalam APBDes.
“Langkah ini bukan hanya sesuai regulasi, tetapi juga menjadi strategi penting mempercepat eliminasi TBC di Kabupaten Sintang,” tegasnya.
Edy berharap, sinergi lintas sektor antara pemerintah daerah, desa, tenaga kesehatan, dan masyarakat dapat menjadi kekuatan bersama dalam menekan angka kasus TBC di Sintang. Dengan dukungan Dana Desa dan partisipasi aktif warga, ia optimistis target eliminasi TBC 2030 dapat tercapai melalui gerakan bersama dari desa. (Rilis Kominfo)
