SINTANG, SKR.COM – Meskipun perekonomian masyarakat Kabupaten Sintang sedang lesu akibat anjloknya harga karet di tingkat petani saat ini, Pemerintah Kabupaten Sintang tetap mempersiapkan diri menghadapi perayaan Natal yang sudah semakin dekat dengan menggelar rapat lintas instansi guna memberikan bantuan kepada supaya pelaksanaan perayaan Natal dan Tahun Baru bisa berjalan lancar dari berbagai aspek. Pemerintah Kabupaten Sintang menggelar rapat koordinasi untuk membantu memantapkan dan memperlancar perayaan Natal dan Tahun Baru.
Rapat yang dilaksanakan di Ruang Rapat Sekretaris Daerah pada Selasa, 15 Desember 2015 di pimpin oleh Pelaksana Harian Sekretaris Daerah Drs. Lindra Azmar, M. Si yang juga Asisten Perekonomian dan Pembangunan.
“Berbagai pihak saya minta kerjasamanya untuk menyukseskan pelaksanaan perayaan natal dan tahun baru dalam hal listrik, jalan untuk memperlancar transportasi, ketersediaan sembako dan daging, dan ketersediaan transportasi umum” jelas Lindra Azmar.
Syafruddin Kasi Pengendalian Pasar Disperindagkop dan UKM menjelaskan bahwa pihaknya sedang melaksanakan operasi pasar murah sudah dua kali dilaksanakan di sungai tebelian dan kelam permai. “Ada beberapa komoditas yang harganya naik tetapi stok ada dan distribusi ke kecamatan juga lancar” jelas Syafruddin.
Wiryono Kabid Peternakan Dinas Pertanian menyampaikan sampai hari ini permintaan akan daging babi masih normal. Biasanya H-3 baru ada peningkatan permintaan akan daging.
“Berdasarkan data yanga da pada kami, biasanya pada saat natal hanya ada peningkatan permintaan akan daging babi sebesar 40% saja. untuk telur dipasok dari Singkawang dan Kota Pontianak dengan harga yang masih stabil.
Stok daging ayam masih kurang, Sintang hanya mampu sediakan daging ayam hanya 40 persen dari kebutuhan daging ayam dan 60 persen daging ayam dipasok dari luar. Harga ayam juga masih cenderung stabil. Operasi pasar murah belum kami rencanakan mengingat harga telur masih normal” terang Wiryono.
Saptomo Perwakillan PLN Ranting Sintang menjelaskan PLN Sintang mengalami kekurangan 5 mega atau setara dengan 5000 KW. Namun Sintang mulai kurang dalam hal pemadaman, karena mendapat pasokan daya dari PLN Sekadau sebesar 2000 KW sehingga kita masih kekurangan 3 Mega.
Pemadaman yang tidak terduga yang kami tidak mampu antisipasi seperti hujan petir dan kayu tumbang. Kebutuhan kami akan BBM sekitar 150 ton perhari. Namun, stok BBM aman sampai tahun baru. ke depannya PT PLN akan menerima pasokan listrik dari Malaysia sebesar 200 Mega. Dan proses koneksi akan dipercepat” terang Saptomo.
Lindra Azmar meminta agar jika ada pemadaman bergilir, buat surat pemberitahuan ke camat, kepala desa dan lurah. Saya juga minta Dinas Pekerjaan Umum untuk menimbun jalan yang berlubang di dalam kota. Supaya mobilitas masyarakat saat bersilaturahmi saat natal bisa berjalan lancar.
Suhaidi Kabid Ketahanan Pangan BP4KP menjelaskan bahwa kebutuhan kita akan beras sebesar 55.000 ton setahun namun kita hanya mampu memproduksi beras hanya 53.000 ton jadi Kabupaten Sintang defisit beras sebesar 1.500 ton per tahun.
“dari 14 kecamatan yang ada, 7 kecamatan yang surplus, 7 yang defisit. Yang menarik Kecamatan Ambalau salah satu kecamatan yang surflus beras. Dan Binjai Hulu sekarang defisit beras” jelas Suhaidi.(Hms)




