Polres Melawi Gelar Pra Rekontruksi Mutilasi Anak Kandung

oleh
oleh
????????????????????????????????????

MELAWI, SKR.COM – Dihari ketiga kasus pembunuhan dan mutilasi yang dilakukan Brigadir Petrus Bakus kepada dua orang anak kandungnya Fbn (4) dan Amr (3), dilakukan pra rekontruksi.

Adegan dalam pra rekontruksi tersebut dilakukan sebanyak 23 kali, yang mana adegan pertama dimulai dari Rumah Kasat Reskrim Melawi, pada pukul 00.05 Wiba, hingga pada adegan terakhir yakni penangkapan terhadap pelaku.

Wakil Direktur Reskrim Umum Polda Kalbar, AKBP Supriadi, mengatakan didalam pelaksanaan rekontruksi ini bertujuan untuk menyesuaiakan keterangan saksi-saksi, dengan yang dilakukan dalam adegan-adegan.

“Saya kira semua keterangan saksi sama dengan adegan yang dilakukan tadi sudah sesuai,” katanya.

Dengan adanya pra rekontruksi, maka akan memperjelas data penyelidikan bagi pihak penyidik dalam melakukan pemeriksaan terhadap pelaku. Adegan yang dilakukan tidak ada tambahan, karena adegan yang dilakukan diambil dari data hasil berita acara.

“Adegan-adegan hasil tidak ada tambahan, sudah sesuai dengan keterangan saksi, dan ini memperjelas data penyidikan. Dari awal sampai akhir adegan itu merupakan adegan yang sesuai dengan hasil berita acara dan data yang kita kumpulkan,” ucapnya.

Pada saat pra rekontruksi, posisi pelaku diganti oleh anggota Reskrim Melawi,  hal tersebut karena alasan kondisi pelaku yang masih labil.
“Karena kondisi pelaku masih labil, maka takut mengganggu jalannya pra rekontruksi yang dilakukan,” katanya.

Dari rekontruksi, tentunya fakta hukum dan kebenaran dari pada kejadian menjadi lebih jelas. Sehingga keterangan dari para saksi dan berita acara serta data-data yang dikumpulkan tidak terdapat kesalahan. “Jadi hasil adegan tadi, korban dibunuh dulu kemudian baru dimutilasi,” terangnya.

Seperti hasil berita sebelumnya, beberapa bagian dalam adegan tersebut yakni kejadian tersebut terjadi ketika istri pelaku yakni Windri yang tidur di kamar sebelah melihat Pelaku berdiri di depannya sambil memegang parang, sembari berkata “Mereka Baik, Mereka Mengerti, Mereka Pasrah. Maafkan papa ya, Dik”.

Ketika melihat dan mendengar hal tersebut, kemudian istri pelaku melihat ke dalam kamar yang digunakan oleh Pelaku dan Korban tidur.  Di dalam kamar tersebut Indri melihat kondisi kedua korban sudah dalam keadaan tewas.

Setelah mengetahui hal tersebut, ibu dari kedua korban tersebut langsung keluar rumah dan mengetok – ngetok pintu rumah dinas yang ditempati oleh Brigadir Sukadi, seorang Anggota Sat Intelkam Polres Melawi yang tak jauh dari rumah tempat kejadian, untuk meminta pertolongan.

Kemudian Brigadir Sukadi yang sudah tidur terbangun dan membuka pintu lalu mengamankan Istri Pelaku ke dalam rumah dan mengunci pintu rumah. Kemudian, Brigadir Sukadi melihat Pelaku keluar rumah dan duduk di teras rumahnya, dan berkata “Sudah saya bersihkan, Bang. Saya menyerahkan diri”.

Kemudian Sekitar pukul 00.20 Wib, AKP Sofyan, seorang Kapolsek Menukung yang menginap di rumah dinas Kasat Intelkam  di samping rumah pelaku, mendengar suara ribut – ribut dari rumah pelaku.

Kemudian Sofyan membangunkan Kasat Intelkam Polres Melawi dan  mengecek ke rumah Pelaku, melihat Pelaku sedang duduk diluar rumah bersama Brigadir Sukadi. Kasat Intelkam pun lansung bertanya apa yang terjadi kepada pelaku, dan pelaku mengaku sudah membunuh Kedua anaknya.

Pelaku kemudian dibawa ke Polres Melawi oleh Kasat Intelkam Polres Melawi dan Kapolsek Menukung.

“Sesuai dengan berita acara, jadi adegan itu dibunuh dulu baru dimutilasi. Tersangka dugaan sementara memang pelaku tunggal sesuai keterangan dia sendiri,” Kata Wakil Direktur Reskrim Umum Polda Kalbar, AKBP Supriadi. (KN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *